JiFFest Traveling 2010 SOLO May 23, 2010
Posted by matakaca in diskusi, festival, film, film pendek, komunitas, pemutaran, Uncategorized, video.Tags: jiffest
1 comment so far
Jadwal Lengkap JiFFest Traveling 2010 Solo
Jumat, 30 Mei 2010 – Gedung Kesenian Solo
Jam 15.00
#JSDC Short Fiction
TRAFFIC JAM
Tam Notosusanto. Indonesia. 2008. Drama. 15 menit. Bahasa Indonesia.
Jalanan kota besar. Mobil-mobil terjebak dalam macet. Enam orang yang terperangkap dalam kungkungan sepeda motor dan kendaraan-kendaraan lain mulai merasa geram dan gelisah. Lalu satu per satu kejadian mulai bermunculan.
THE LAST BELIEVER
Tumpal Tampubolon. Indonesia. 2006. Drama. 11 menit. Bahasa Indonesia.
Seorang anak percaya bahwa dengan menjadi vampire, dia bisa menyembuhkan adiknya yang sakit.
POSITIVE +
Astu Prasidya & Utawa Tresno. Indonesia. 2006. Drama. 8 menit. Bahasa Indonesia.
Setelah mengetahui dirinya hamil, seorang anak perempuan harus menghadapi bencana lain: tindakan kedua orangtuanya.
THE ANNIVERSARIES
Sutradara: Ariani Darmawan. Indonesia. 2006. Drama. 10 menit. Bahasa Indonesia.
Potret hubungan suami-istri yang monoton, di mana setiap perayaan ulang tahun perkawinan, mereka selalu bertengkar di dalam elevator.
THE VISIT
Sutradara: Erwin Indrawan. Indonesia. 2008. Drama. 15 menit. Bahasa Indonesia.
Setelah 17 tahun, Yosef kembali ke kampung halamannya, dan bertemu Maria, teman masa kecilnya. Pertemuan dengan Maria membuka sebuah misteri yang tidak pernah disangka sebelumnya.
Jam 17.30
LETTERS TO THE PRESIDENT
Petr Lom. Iran. 2009. Dokumenter. 74 menit. Persian (dengan teks terjemahan Bahasa Inggris)
Setiap tahun hampir 10 juta warga Iran mengirim surat kepada sang Presiden Mahmoud Ahmadinejad dengan harapan akan kehidupan yang lebih baik. Walaupun popularitasnya mulai berkembang, kebijakan populis sang presiden belum benar-benar terbukti karena masih banyak warga Iran yang hidup dalam kemiskinan. Petr Lom, sang sutradara, adalah orang asing satu-satunya yang mendapatkan izin untuk mengikuti presiden dalam beberapa perjalanannya ke berbagai daerah di Iran.
Jam 19.00
*OPENING CEREMONY
Jam 20.00
MUALLAF
Yasmin Ahmad. Malaysia. 2008. Drama. 80 menit. English / Malay / Cantonese (dengan teks terjemahan Bahasa Inggris untuk bagian yang tidak berbahasa Inggris).
Brian kehilangan kepercayaan pada agama sejak berusia 12 tahun saat ia dipermalukan ayahnya sendiri, seorang pemeluk Katolik yang taat. Selama mengajar di sekolah, ia bertemu dua gadis kakak-beradik yang sering membaca ayat-ayat Al-Qur’an, dan mendapatkan sebuah pemahaman yang sederhana tentang Islam. Perjalanan hidup mereka tidak akan pernah sama lagi.
Sabtu, 29 Mei 2010 – Gedung Kesenian Solo & Balai Tawangarum Balaikota Surakarta
Jam 9.30
DISKUSI – di Balai Tawangarum Balaikota Surakarta
Jam 12.30
THREE MONKEYS
Nuri Bilge Ceylan. Turkey. 2008. Drama. 109 menit. Turkish (dengan teks terjemahan bahasa Inggris).
Ceylan memfokuskan film ini pada empat karakter; sepasang suami istri dan anak lakilaki mereka ditambah atasan sang suami. Ia ingin menunjukkan bagaimana keluarga tersebut berjuang untuk tetap hidup dengan berpura-pura buta, tuli dan bodoh dalam menghadapi masalah-masalah yang normalnya akan menghancurkan hidup mereka.
Jam 15.00
THE YEAR MY PARENTS WENT ON VACATION
Petr Lom. Iran. 2009. Dokumenter. 74 menit. Persian (dengan teks terjemahan Bahasa Inggris)
Setiap tahun hampir 10 juta warga Iran mengirim surat kepada sang Presiden Mahmoud Ahmadinejad dengan harapan akan kehidupan yang lebih baik. Walaupun popularitasnya mulai berkembang, kebijakan populis sang presiden belum benar-benar terbukti karena masih banyak warga Iran yang hidup dalam kemiskinan. Petr Lom, sang sutradara, adalah orang asing satu-satunya yang mendapatkan izin untuk mengikuti presiden dalam beberapa perjalanannya ke berbagai daerah di Iran.
Jam 17.30
DAYS OF GLORY
Rachid Bouchareb. France/Morocco/Algeria/Belgium. 2006. 128 menit. French/Arabic (dengan teks terjemahan bahasa Indonesia).
Tahun 1944, pasukan tentara Afrika Utara bertempur atas nama Perancis di Perang Dunia II. Meskipun mendapat perlakuan semena mena, pasukan ini terus bertahan, meskipun perang menyisakan luka yang mendalam.
Jam 19.00
WELCOME MUSIC
Jam 20.00
THE FALL
Tarsem Singh. India/UK/USA. 2006. Adventure/Drama/Fantasy. 117 menit. English.
Los Angeles, tahun 1920-an. Roy Walker, seorang stunt-man, dirawat di rumah sakit menyusul kecelakaan di lokasi pembuatan film. Di sana dia berteman dengan pasien lain bernama Alexandra, seorang imigran dari Eropa Timur. Roy mulai bercerita tentang kisah lima pahlawan dari berbagai penjuru dunia kepada Alexandra, dengan harapan Alexandra mau memberinya morfin untuk membuatnya terlelap. Saat cerita terus bergulir, Roy mulai tidak mampu membedakan antara dunia nyata dan imajinasi ciptaannya, sehingga membuatnya semakin jatuh terpuruk dalam kesengsaraan.
Minggu, 30 Mei 2010 – Gedung Kesenian Solo
Jam 11.00
TAKVA
Özer Kiziltan. Turkey/Germany. 2006. Drama. 96 menit. Turkish (dengan teks terjemahan bahasa Inggris).
Muharrem hidup sederhana dengan menjalani ajaran Islam yang taat. Tantangan baru datang saat dia ditugaskan menjadi penagih hutang di masjid tempat Muharrem bekerja. Tidak siap menghadapi dunia luar, Muharrem takut bahwa Tuhan telah mengabaikan segala permintaan sekaligus perasaannya.
Jam 13.00
#Think Act Change
SARUNG PETARUNG
Jason Iskandar & M. Adiartha Kusuma. Indonesia. 15 menit
Remaja saling mempertanyakan di antara mereka tentang kegunaan kondom dan kenyataan bahwa kini pendidikan seks sangat dibutuhkan untuk menghindarkan dari berbagai dampak buruk seks yang tidak sehat,seperti penularan virus HIV yang mengancam kaum muda. Jawaban jujur dan reaksi spontan mencoba membuka pikiran bahwa sudah saatnya membicarakan kondom untuk menemukan jawaban.
UTOPIA
Joan Kartini Rossi, Analia Sekartaji & M. Rezky Afriza. Indonesia. 9 menit
Jakarta adalah kota yang megah dan metropolis namun, dua hal tersebut hanya identik dengan berdirinya ruang-ruang beton. Padahal Jakarta juga sangat membutuhkan Ruang Terbuka Hijau.
MENGAPA HARUS DIAM
Ridho agung N, M Reggi H. Indonesia. 17 menit
Film ini menceritakan tentang budaya diam kaitannya dengan penanganan kasus KDRT. Karena Faktanya, merebaknya kasus KDRT ini disebabkan oleh budaya diam . Untuk itu dalam film ini kami berharap agar masyarakat tidak mebudayakan budaya diam.
YANG BAIK KO KALAH
Putu Harum Bawa. Indonesia. 12.04 menit
SMA Negeri 3 Denpasar, sebuah lembaga pendidikan yang berdiri sejak tahun 1977. Pada waktu itu SMA ini memiliki sebuah larangan menggunakan kendaraan bermotor ke sekolah bagi siswanya. Namun ketika larangan itu menginjak 30 tahun, dengan terpaksa larangan tersebut dihapuskan. Tetapi dibalik runtuhnya tradisi bersepada tersebut, masih ada seorang siswi yang masih menggunakan sepeda.
MEREKA KUATKAN AKU
I Dewa Ayu Diah. Indonesia. 12 menit 19 detik
Tidak semua keluarga mau menerima kenyataan ketika anggota keluarganya terkena HIV/AIDS. Ikha yang tertular virus HIV dari suaminya yang telah meninggal ini, beruntung memiliki keluarga yang mau menerima keberadaannya. Keluarga ii yang menjadi kekuatan bagi ikha untuk memulai hidup baru dan mampu memperoleh pengalaman yang membanggakan.

LOVE THAN LEAVE
Anastasia Praditha, Ketty Tresianah, Mia Amalina. Indonesia. 15 menit 32 detik
Cinta, cinta dan cinta. Yakin itu modal yang kita bawa dalam suatu hubungan? So, bagaimana bisa cinta, cinta dan cinta menjawab mirisnya KDRT dan KDP? LOVE THEN LEAVE Sebutan apakah cinta hingga membawa kita tetap tinggal? Membiarkan “violence against woman” berlalulalang bagai berita basi?
Jam 15.00
BABI BUTA YANG INGIN TERBANG
Edwin. Indonesia. 2008. Drama. 77 menit. Bahasa Indonesia.
Sebuah cerita tentang Linda dan orang-orang di sekitarnya yang memiliki agendanya masing-masing. Di tengah suasana perkotaan Indonesia yang dihiasi oleh ketegangan rasial, film ini memperlihatkan kegelisahan yang dialami oleh mereka yang terlahir dengan identitas tertentu.
Jam 16.30
cin(T)a
Sammaria Simanjuntak. Indonesia. 2009. Drama.79 menit. Bahasa Indonesia.
Cina adalah seorang mahasiswa keturunan China dan Batak. Anisa adalah seorang mahasiswi keturunan Jawa dan seorang muslim. Dengan kuasa Tuhan, mereka bertemu dalam sebuah keadaan yang tidak disangka-sangka. Tuhan mencintai mereka berdua, tapi mereka tidak bisa saling mencintai karena masing-masing memanggil Tuhan dengan nama yang berbeda.
Jam 19.00
*WELCOME MUSIC
Jam 20.00
*THE 10 CONDITION OF LOVE + LOCAL FILM
**Acara ini gratis dengan menggunakan undangan yang bisa diambil di Gedung Kesenian Solo, Solopos, Solo Radio, Kopma UNS, Kopma UMS, dan Ganeps.
BONROJO #1 February 13, 2010
Posted by matakaca in Uncategorized.Tags: akumassa, diskusi, dokumenter, film, komunitas, pemutaran film
add a comment
Program pemutaran dan ngobrol film di BONROJO (nama lain Sriwedari) merupakan program pemutaran film dokumenter maupun fiksi yang diadakan sebulan sekali di Gedung ex. Solo Theater Sriwedari Solo. Dalam pemutaran perdana ini, Matakaca bekerjasama dengan Komunitas Sarueh Padangpanjang akan memutar dan ngobrol bareng kompilasi video akumassa ( www.akumassa.org ) yang didalamnya terdapat 8 kompilasi film-film dokumenter.
Negosiasi Atas Air
Tahun : 2009
Durasi : 9 menit
Pembuat : Forum Lenteng dan Komunitas Gardu Unik
video ini menyajikan kehidupan masyarakat pesisir di laut Kejawanan, Cirebon. Berdasarkan wawancara dengan Pak Odi – pengurus pantai Kejawanan. Air laut di pantai ini berkhasiat untuk penyembuhan bagi penderita stroke, dan orang yang susah berjalan. Mungkin karena kadar garamnya tinggi, dan pasirnya yang halus. Atau karena pasir, kadar garam dan mineralnya yang tinggi di tambah dengan penetrasi cahaya. Untuk naik perahu dan mandi di tengah laut, pengunjung tawar-menawar tarif di atas perahu. Sesampainya di tempat yang diinginkan, mereka mandi dan mengambil airnya untuk dipakai mandi dirumah.
Tepian Sungai Ciujung
Tahun : 2009
Durasi : 13 menit
Pembuat : Forum Lenteng dan Saidjah Forum
Video ini bercerita tentang kegiatan sehari-hari penduduk kawasan Kampung
Jeruk, Muara dan Kebon Kopi –Rangkasbitung pada tampian (rakit sumur serba guna) di kali Ciujung. Fungsi tampian bersifat ruang publik dalam urusan MCK (Mandi, Cuci dan Kakus) berubah menjadi ruang sosial yang sangat cair (intim). Curahan hati pengguna tampian menjadi representasi tentang masyarakat kota Rangkasbitung. Beragam ungkapan yang jujur atas peristiwa yang terjadi lusa atau pun kini terjalin lewat komunikasi antar personal.
Situ Kuru
Tahun : 2009
Durasi : 7 menit
Pembuat : Forum Lenteng dan Komunitas Djuanda
Kepingan fragmen yang mengartikan kembali tentang Situ Kuru yang kian menyempit tertelan oleh pembangunan di kawasan sekelilingnya .
Apel Malam
Tahun : 2009
Durasi : 5 menit
Pembuat : Forum Lenteng dan Komunitas Djuanda
“Apel” kecil satpam sebelum melaksanakan tugas berjaganya. Perintah dari sang komandan serta doa selalu menjadi rutinitas bagi si satpam.
“Kalo cowo gue nginep, gemana?”
Tahun : 2009
Durasi : 17 menit
Pembuat : ForumLenteng dan Komka-Epicentrum
Myra, mahasiswi yang ingin mencoba indekos mencari tahu tentang kamar kos yang cocok dengannya. Pertanyaan mengenai keamanan, fasilitas, dan karakteristik penghuni kamar kos pun terlontar melalui pembicaraan lewat telepon. Trik jitu menyembunyikan kisah cinta terlarang di balik ketatnya aturan yang berlaku menjadi kesepakatan tidak tertulis penghuni kos-kosan.
Gelanggang Banca Lawe
Tahun : 2009
Durasi : 15 menit
Pembuat : Forum Lenteng dan Kelompok Studi Sarueh
Sebuah ingatan seorang Fadly Nasrul sewaktu SMP menjual karcis pacuan kuda di Banca laweh dengan baju pramuka. Ia bertemu dengan Arief, siswa SMP penggemar berat pacuan kuda yang setiap hari sabtu bolos sekolah untuk melihat para joki melatih kuda pacuannya.
Penambang Kapur di Bukit Tui
Tahun : 2009
Durasi : 8 menit
Pembuat : Forum Lenteng dan Kelompok Studi Sarueh
Proses pengolahan batu kapur di bawah kaki bukit Tui telah berlangsung bertahun-tahun yang lalu. Pekerjaan penambang batu kapur ini lebih banyak dilakoni oleh kaum wanita daripada kaum laki-laki. Dari kegiatan ini, banyak obrolan-obrolan maupun interaksi-interaksi social yang terjadi dalam bingkaian ini.
Projectionist Tua
Tahun : 2009
Durasi : 10 menit
Pembuat : Forum Lenteng dan Kelompok Studi Sarueh
Video ini membingkai aktifitas karyawan di bioskop Karia yang hanya memiliki tiga orang karyawan. Salah satunya adalah Pak Udin sang Projectionist yang memutar filem sejak tahun 1935. Kegiatan sebelum, ketika dan sesudah memutar filem bisa kita lihat dari ruang projector yang berukuran sempit. Pita-pita seluloid dan alat pemutar filem yang usang telah menjadi saksi sebuah kejayaan sinema di masa silam. Bioskop ini dahulu mempunyai 15 orang karyawan.
Acara akan diadakan :
Hari Tanggal : Minggu, 14 Februari 2010
Jam : 19.00 – 22.00 WIB
Tempat : Gedung ex. Solo Theater Sriwedari (Jl. Slamet Riyadi 275 Solo)
Acara Diselenggarakan Oleh :
Matakaca, Gapura Seni dan Komunitas Sarueh
Didukung Oleh :
Lestude (Lembaga Studi Desain) Solo
GLENIKAN NGUDARASA #5 February 7, 2010
Posted by matakaca in Uncategorized.add a comment
GLENIKAN NGUDARASA merupakan program pemutaran dan diskusi film-video yang dilakukan setiap kamis (minggu I) di bulan genap. Dalam pemutaran yang akan dilaksanakan besok tanggal 10 Februari 2010 di Kedai Ide akan membahas dua film yaitu :
1. HIDE AND SLEEP
(psicological Drama/16 minutes/Dir: Ismail Basbeth/Hide Project/2008)
Synopsis : Ramlan, kebingungan ketika bangun dari tidurnya mendapati beberapa wanita berada di dalam kamarnya. Dalam ingatnya dia tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi semalam, semua terlihat aneh dan janggal. Mungkinkah Ramlan menemukan penyebab kejadian ini?
2. GUYON
(Commedy/2 minutes/Ismail Basbeth/Komaroll/2007
Synopsis : Ini tentang wanita dan sifatnya yang tak tergantikan
GLENIKAN NGUDARASA #4 December 7, 2009
Posted by matakaca in Uncategorized.Tags: diskusi, matakaca, ngudarasa, pemutaran film, video klip
1 comment so far
Ketika video sudah menjadi “alat” yang sangat personal bagi setiap orang, semua memiliki kebebasan dalam menuangkan ide kreatifnya ke dalam media audio visual. Terlepas dari baik-buruk ataupun benar-salah video telah menjadi alat ungkap yang menarik dan menyenangkan sebagaimana lukisan, puisi, lagu atau yang lainnya.
Pada pelaksanaan Festival Film Pendek Konfiden 2009 terdapat program pembuka “Lagu Gambar Gerak” . dalam acara ini diputar sepuluh video musik dari beberapa kota termasuk dari Solo. Dari setiap karya terlihat videomaker secara bebas telah merespon lagu-lagu yang digarap sehingga masing-masing karya memiliki karakter yang berbeda sesuai latar belakang pembuatnya. adapun programer dari Lagu Gambar Gerak adalah Ipoenk ‘Videorobber’ dan Harlan Boer (manajer Efek Rumah Kaca).
Video musik yang berdurasi total 44.26 ini pada tanggal 10 Desember 2009 jam 19.00-22.00 WIB akan diputar pada acara Glenikan Ngudarasa#4 yang merupakan acara rutin pemutaran dan diskusi awal minggu di bulan genap di Kedai Ide Solo.
Kompilasi Lagu Gambarr Gerak :
Dark | 09.34
Musik: Candyfloss | EP: Hope, Guts and Loneliness | Tambourine Records | 2008
Video: Muhammad Akbar | Bandung
Cukup dalam Hati | 04.02
Musik: Anda | Album: In Medio | Sendiri Records | 2008
Video: Joko Narimo | Solo
Manekin Bermesin | 00.46
Musik: Zoo | EP: Kebun Binatang | Yes No Wave Music | 2007
Video: Beni Wicaksono | Surabaya
Blues Iblis | 03.43
Musik: Adrian Adioetomo | Album: Delta Indonesia | My Seeds Records | 2007
Video: Cyka | Yogyakarta
Tiba-tiba Hamil | 04.34
Musik: Bite | EP: BITE | Firecatz Records | 2009
Video: Isha Hening | Bandung
Punyaku Sendiri | 05.31
Musik: Cozy Street Corner | Album: Cozy | CUPU Records | 1999
Video: Bayu Bergaswaras | Purwokerto
Marginal Decay | 04.38
Musik: Riza Trioscapes | Rizatrioscapes2 | Riza Publishing/demajors | 2009
Video: Damar Ardi | Semarang
Madat | 04.05
Musik: Shark Move | Album: Ghede Chakra’s | 1970
Video: Gentur Galih Surya Sukeni | Yogyakarta
Herr Wulf’s | 02.28
Musik: Lull | Demo | 2009
Video: Ari Rusyadi | Jakarta
Untitled | 05.01
Musik: Backyard Folks | Demo | 2009
Video: Astu Prasidya | Malang
Acara ini Diselenggarakan oleh :
MATAKACA dan LESTUDE
Bekerjasama dengan :
KONFIDEN
Didukung Oleh :
NACHA DESIGN SOLO
Festival Sinema Politika Indonesia (Solo) November 29, 2009
Posted by matakaca in Uncategorized.Tags: cinema, festival, film, ham, munir, politik
add a comment
Cinema Politica Indonesia adalah gerakan untuk menyebar dan membagi inisiatif dengan publiknya untuk mengambil bagian sebagai penyelenggara acara pemutaran dan peserta dalam berbagai diskusi yang mendampingi pemutaran tersebut.
Tujuan dari setiap acara adalah memompa kesadaran dan kepedulian terhadap sinema dan politik sebagai bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan setiap orang.
Rangkaian Festival Sinema Politika Indonesia periode 0ktober – Desember 2009 telah dan akan berlangsung di beberapa kota di Indonesia, termasuk di Solo.
Acara Pemutaran di : Konsorsium Solo. Jl. Aster No.7 Tumenggungan Timuran Banjarsari Solo
Jadual Film yang akan diputar di Solo :
- SELASA,1 DESEMBER 2009, Jam 19.00-22.00 WIB
His Story
Steve Pillar Setiabudi, A.Moetaba Hasyim & Fendry Ponomban / Indonesia / 2007 / 30 min / Bahasa Indonesia
Sinopsis:
Aktifis HAM Indonesia, Munir, dibunuh dengan racun dalam perjalanannya ke Amsterdam dengan pesawat Garuda. Presiden membentuk regu khusus untuk mengusut kasus ini yang kemudian berhasil menemukan beberapa bukti-bukti baru. Polycarpus, pilot Garuda yang bertugas saat itu, menjadi tersangka. Dalam pengadilannya, beberapa bukti yang memberatkan telah disiapkan, diantaranya: rekaman percakapan melalui telepon antara pilot dan kepala badan dinas intelejen yang kebenarannya masih dipertanyakan. pada akhirnya, hakim memutuskan Polycarpus dihukum 14 tahun penjara karena telah bersekongkol merencanakan pembunuhan.
- KAMIS, 3 DESEMBER 2009, Jam 19.00-22.00 WIB
S.P.I.T.: Squeegee Punks in Traffic
Daniel Cross / Canada/ 2001 / 80 min

Sinopsis :
Film ini adalah karya kolaboratif dengan mengedepankan etika Punk, do it yourself. Daniel Cross sang sutradara bekerja sama dengan Roach, seorang punker yang sudah menghuni jalanan Kanada sejak masih berusia 14 tahun. Membersihkan apapun di jalanan demi uang receh dan diburu polisi, Roach bisa kita kenali karena tiga hal: pemberontak, berisik, dan devian. S.P.I.T memusnahkan batasan antara yang “kami” dan yang “mereka”. Dengan kamera Roach yang menghantam bagai palu keras, kita diperlukan tentang dunia anak muda yang memilih untuk tidak kompromi dengan nilai-nilai di sekitar mereka, kelaparan di salah satu negara paling sejahtera di dunia. Dilengkapi dengan soundtrack dari kawan-kawan Roach, sesama punker, tentunya.
- SABTU, 5 DESEMBER 2009, Jam 19.00-22.00 WIB
I was a teenange feminist
Therea Shechter / Canada-USA / 2005 / 62min

Sinopsis:
Film dokumenter yang secara personal dikerjakan oleh Therese Schecter dengan menjumpai banyak orang dan menanyakan definisi kekinian mereka tentang feminsime. I Was a Teenage Feminist mencoba mendefinisikan kembali kata F untuk feminisime pada sebuah generasi baru.
Our Beloved Mother (Kitorang Pung Mama)
Tonny Trimarsanto / Indonesia / 2006 / 30 min / Bahasa Indonesia with Papua dialect

Sinopsis :
Perempuan Papua yang tinggal di berbagai area provinsi paling timur dari Indonesia, mengalami kekerasan yang dipengaruhi oleh adat. Mereka diperkosa, dipukuli, bahkan dibunuh. Film ini menyoroti kehidupan empat perempuan Papua yang mengalami dan menjadi saksi dari kekerasan yang telah berlangsung puluhan tahun.
( untuk mengetahui info lengkap festival sinema politika Indonesia kunjungi http://www.cinemapolitica.org/Indonesia )
Penyelenggara :
KINOKI
Bekerjasama dengan
MATAKACA & KONSORSIUM SOLO
HOTDOC#5 November 3, 2009
Posted by matakaca in Uncategorized.1 comment so far

HOTDOC sebagai program rutin pemutaran dan diskusi film dokumenter yang diadakan oleh Matakaca bekerjasama dengan Kedai Ide Solo pada hari Kamis 5 November 2009 pukul 19.00-22.00 WIB akan memutar 2 film dokumenter yautu :
1. Dibalik Sekat Centhini
(Dokumenter/25 menit/Sutradara : Dymas DS/Video for Fun/2009)
Sinopsis :
Serat Centhini, sebuah karya sastra adiluhung
gubahan Pakubuwono V yang memiliki keistimewaan dari segi isi, karena memuat beragam pengetahuan lahir dan batin masyarakat Jawa pada abad 19. Serat Centhini berisi beragam ilmu pengetahuan dari
arsitektur, pangan, sejarah adat istiadat, ketuhanan, hingga hal-hal yang dianggap porno. Keagungan dan kontroversi yang mengiringi Serat Centhini menarik seorang sastrawan Perancis, untuk menerjemahkannya. Bahkan dua orang peneliti pun mengkaji ilmu-ilmu yang terdapat dalam Centhini, yaitu ilmu pangan dan ilmu arsitektur dapat diterapkan dalam kekinian. Nilai-nilai tradisional yang terdapat dalam Serat Centhini perlu digali dan dikembangkan di tengah gencarnya arus modernisasi.
2. BATIK BÊBÊT LAN BOBOT LAKUNING URIP
(Dokumenter/25menit/Sutradara:M. Chrisnawardhani)
Sinopsis :
Diciptakan oleh Paku Buwono IV, bathik semen romo muncul sebagai media perantara sebuah ajaran kepemimpinan. Dengan nilai-nilai kepemimpinan astabratanya, bathik semen romo mampu mempengaruhi Paku Buwono V dalam menentukan sikap dan tindakan di era kepemimpinannya. Bathik semen romo menjadi sebuah bukti bahwa bathik bukan sekedar tatanan tetapi juga tuntunan bagi setiap pemakainya. Melalui bathik semen romo, ajaran astabrata dapat diwariskan secara turun temurun dan menjadi tuntunan bagi pemakainya. Namun dewasa ini pemaknaan akan nilai-nilai filosofis dalam batik mulai pudar. Salah satunya adalah hilangnya pemaknaan akan nilai astabrata dalam bathik semen romo oleh para pemimpin negeri ini (generasi muda) (more…)
Glenikan Ngudarasa#3 November 3, 2009
Posted by matakaca in Uncategorized.add a comment

BUBARKAN (Rembug Bareng video Iklan) merupakan tema Pemutaran dan diskusi film di Glenikan Ngudarasa #3, dalam acara ini akan diputar 6 karya Iklan Layanan Masyarakat (ILM) dari Solo yang dilanjutkan ngobrol santai dengan videomakernya.
Acara akan berlangsung pada :
Hari Kamis 22 Oktober 2009,
Jam 19.00 – 22.00 WIB
di Kedai Ide, Jl. Melati No 7 Purwosari
(Utara RS Kasih Ibu) Solo.
Organized by : Matakaca & Lestude
Diskusi Jalur Festival November 3, 2009
Posted by matakaca in Uncategorized.add a comment

Ngobrol Jalur Festival
Ada banyak cara pendistribusian film dokumenter, diantaranya dengan mengikuti festival. Matakaca Solo bekerjasama dengan Lestude (Lembaga Studi Desain) Solo dan Komunitas Dokumenter Jogjakarta menggelar Pemutaran dan Diskusi film dokumenrter di acara HotDoc#4, Kamis (10/09) di Kedai Ide, Jl Melati no.7, Purwosari Solo. Dalam pemutaran dan diskusi saat itu mengambil tema Jalur Festival, Acara dimulai dengan memutar Film PLUR, dokumenter yang mengisahkan Slankers, Fans Slank yang tergabung dalam SCS (Slankers Club Solo). film selanjutnya Gubuk Reot Diatas Minyak Internasional dan Homo Homini Lupus, Kedua film pendek yang terakhir merupakan pemenang salah satu kategori di ajang Festival Film Dokumenter.
Diskusi dibuka Ricas yang langsung memanggil 3 narasumber dari Komunitas Dokumenter (FFD) Jogjakarta : Suryo, Galih dan Iwan. Menurut Suryo film dokumenter kurang diminati dan kalah populer dibanding film fiksi yang komersial. pangsa dan pendistribusian dokumenter masih menjadi masalah. Iwan menerangkan kalau Komunitas Dokumenter mengadakan Festival Film Dokumenter (FFD) setiap tahunnya, yang merupakan festival film dokumenter pertama di Indonesia. Untuk tahun ini FFD 2009 mengambil tema Politik untuk kategori film panjang, film pendek dan film pelajar. Komunitas Dokumneter juga mengadakan workshop film di beberapa SMA di Jogja. Mereka mengajak remaja untuk lebih mengenal film dokumenter dan cara membuat film.
Pemaparan dari narasumber memantik diskusi. Pita yang mempunyai pengalaman mengikuti festival di Jerman bilang pemerintah Jerman memberi ruang dan mensupport bagi mereka yang menggeluti dunia ini. Berbeda dengan di Indonesia. Masalah dana dan riset masih menjadi kendala. Riri memberi wacana salah satu cara mendapatkan dana adalah dengan menggandeng iklan atau sponsor, yang mana hal itu belum sepenuhnya digarap oleh komunitas. Diharapkan dengan menggandeng sponsor pengapresiasi film dokumenter juga banyak. “Sebenarnya juga sudah ada upaya menggandeng sponsor. Tapi kalau kita mencari sponsor tentu kita harus membuat proposal dengan tema yang sekiranya menjual. Atau membuat film “pesenan”. Dan sponsor tentu nggak mau rugi sedang kita tahu film dokumenter kurang mendapat ruang di masyarakat” ujar Iwan.

Dalam acara pemutaran dan diskusi film dokumenter di Solo banyak yang menyesalkan karena selalu sepi penonton apalagi yang mengapresiasi karya tersebut, namun menurut Joko Narimo yang saat itu menjabat sebagai Programer Matakaca mengatakan bahwa target kuantitatif audience bukan prioritas utama. Karena biasanya kalau banyak orang diskusi kurang efektif. Walaupun sedikit yang mengapresiasi film dokumenter dia berharap orang yang menonton nantinya bisa membuatnya. Pita juga menyayangkan adanya perasaan filmmaker yang terlalu mendewakan diri. Membuat film masih dianggap sesuatu yang hebat.
“Seorang pembuat film jangan hanya puas filmnya bisa diapresiasi. ditonton banyak orang. Juga kita jangan terlalu mendewakan diri karena bisa buat film. Kita tak lebih hebat dari tukang kebun”. Katanya.
HOTDOC#4 November 3, 2009
Posted by matakaca in Uncategorized.add a comment

“JALUR FESTIVAL”
Ada banyak pilihan untuk mendistribusikan karya film dokumenter, dan salah satunya lewat Festival Film Dokumenter
Dalam acara HOTDOC yang ke 4 ini Matakaca bekerjasama dengan Lestude dan Komunitas Dokumenter akan memutar yang selanjutnya ngobrol bareng tentang karya dan sistem distribusi Film dokumenter melalui festival film dokumenter.
Akan ada 3 Karya yang akan di Screening yaitu:
1. Gubuk Reot Diatas Minyak Internasional
[Film terbaik, kategori dokumenter pendek FFD 2008]
- pembuat karya; Tedika Puri Amanda dan Kukuh Martha Afni
- produksi; MetroTV
- durasi; 16 menit
sinopsis;
Pengelolaan sumber daya alam di suatu area acapkali gagal memberikan nilai tambah bagi kehidupan penduduk di sekitarnya. Desa Wonocolo, di mana 95% warganya hidup sebagai penambang tradisional minyak mentah, masih terjebak pada persoalan-persoalan kemiskinan dan pendidikan. Atas desakan warga Wonocolo, pengelolaan minyak kini dilakukan dan didistribusikan oleh mereka sendiri. Namun persoalan belum selesai; para penambang belum mendapat perlindungan hukum yang dapat menjamin keberlangsungan hidup mereka di masa depan.
2. Homo Homini Lupus
[special mention, kategori dokumenter pendek FFD 2008]
- pembuat karya; Yusram Fikri Ansari
- produksi; Komunitas Perfilman Intekstual [KOPI]
- durasi: 7 menit
sinopsis;
entah siapa memangsa siapa, ketika kamera berhadapan dengan moncong senjata.
3. PLUR
- Pembuat Karya : Gravinda Putra Perdana
- Produksi : Prodi TV Institut Seni Indonesia Surakarta
- Durasi : 24 menit
Sinopsis :
Film ini menunjukkan bahwa kegiatan dan kesetiaan slankers terhadap Grup Band Slank tidak sebatas sikap kefanatikan, melainkan slankers yakin akan sebuah ideologi PLUR yang menjadi slogan Slank dapat menjadi pegangan hidup mereka
Organized by
MATAKACA & REMBUG IDE
Supported By:
KOMUNITAS DOKUMENTER
LESTUDE
HOTDOC#3 July 7, 2009
Posted by matakaca in Uncategorized.add a comment

Pemutaran dan diskusi film HOTDOC #3 yang akan diadakan pada hari kamis 9 Juli 2009 di Kedai Ide Jl.Melati No 7 Purwosari Solo, Matakaca sebagai jaringan sinema di Surakarta akan memutar tiga film dokumenter karya sineas muda Surakarta yang bertemakan tentang simbol dan spirit orang jawa. Acara yang akan berlangsung mulai jam 19.00-22.00 WIB ini akan menyajikan film The Secret of Placenta sutradara Daniel, Dikala Rembulan Suro sutradara Tunggul Banjaransari dan Ngleluri,Memetri lan Nguri-uri Aksara Jawa Sutradara Reza Istiawan. Tiga film dengan total durasi 58 menit ini akan diputar dan dilanjutkan dengan ngobrol bersama dengan filmakernya.
Judul danSinopsis :
Pemutaran dan curhat film
Hari Kamis 9 Juli 2009 jam 19.00-22.00 WIB
Di Kedai Ide, Jl Melati No.7 (Utara RS Kasih Ibu) Purwosari Solo
Mengusung 3 karya film Dokumenter :
“Dikala Rembulan Suro”
Dokumenter/18menit/tunggul
Pak Bandi (abdi dalem keraton) dan Bu Sutrasni (warga sipil) menjadi simbol keharmonisan dan keagungan dari upacara tradisi suro. Dalam film ini mencoba menguak kedinamisan kota Solo lewat terjaganya kewibawaan keraton melalui suro.
“The Secret of Placenta”
Dokumenter/15 menit/daniel
Sedulur papat limo pancer. Sebuah simbol dan ritual jawa yang sering kita lewatkan keberadaannya
“Ngleluri,Memetri lan Nguri-uri Aksara Jawa”
Dokumenter/25 menit/Reza Istiawan
Aksara Jawa masih menjadi bagian dari budaya masyarakat jawa..Makna dan nilai apakah yang terkandung didalamnya?sehingga orang jawa harus menjaga keberadaannya?


























